Mengenal Sejarah Musik Dunia

Musik adalah salah satunya penyemangat hidup. Tiada musik, kehidupan kita akan sangat terasa sepi serta tentunya menjemukan. Sebab musik dapat memberi warna baru dalam dunia serta dapat juga jadi penghibur diri kita. Sejarah musik dunia diawali pada era ke-2 serta pada era ke- 3 sebelum masehi. Sejarah musik telah ada sejam jaman purbakala dan dipakai untuk menemani upacara – upacara keyakinan. Lalu pergantian Sejarah musik berlangsung pada era pertengahan , karena terdapatnya pergantian kondisi dunia yang makin bertambah.

Sejarah musik tidak berhenti disana saja sebab setelah melalui era pertengahan, ada jaman Renaisance yang bermakna kelahiran kembali tingkat kebudayaan tinggi yang telah menghilang semenjak jaman Romawi. Perkembangan musik pada jaman ini diperlihatkan karenanya ada jenis musik baru, seperti Barok serta Rokoko.

Pada tahun 1750 sesudah berakhirnya Sejarah musik berjenis Barok serta Rokoko, muncul lah musik classic. Musik ini mempunyai ciri – ciri pada pemakaian dinamikanya dari yang keras ke yang lembut. Lalu pada temponya ikut makin cepat. Pemakaian accodr 3 suara, penggunaan ornamentik dibatasi. Serta di zaman yang moderen ini musik telah masuk ke beberapa alat elektronik dengan beberapa jenis saluran musik seperti pop , rock , jazz , Hip Hop , R & B serta semua type saluran musik yang lain yang berada di semua dunia.

SEJARAH MUSIK DUNIA

Semenjak era ke-2 serta era ke-3 sebelum Masehi, di Tiongkok serta Mesir ada musik yang memiliki bentuk spesifik. Dengan mendapatkan dampak dari Mesir serta Babilon, berkembanglah musik Hibrani yang masa datang berkembang jadi musik Gereja. Musik itu lalu disukai oleh penduduk, sebab terdapatnya beberapa pemain musik yang mengembara dan menyanyikan lagu yang digunakan pada upacara Gereja. Musik itu menyebar di semua Eropa lalu tumbuh berkembang, serta musik instrumental maju dengan cepat. Sesudah ada perbaikan pada alat-alat musik, contohnya biola serta cello. Lalu timbulah alat musik Orgel. Komponis besar tampil di Jerman, Prancis, Italia, serta Rusia.

Dalam era ke 19, perasaan berkebangsaan mulai bangun serta berkembang. Oleh karenanya perubahan musik pecah menurut kebangsaannya semasing, walau pada awalannya saling bergaya Romantik. Mulai era 20, Prancis jadi pelopor dengan musik Impresionistis yang selekasnya ditukar dengan musik Ekspresionistis.

A.Pemahaman musik

Musik ialah nada yang diatur demikian rupa hingga memiliki kandungan irama, lagu, serta keselarasan terpenting nada yang dibuat dari alat-alat yang bisa membuahkan bunyi-bunyian. Meskipun musik ialah semacam kejadian insting, untuk mencipta, melakukan perbaikan serta mempersembahkannya ialah satu bentuk seni. Dengar musik juga ialah semacam hiburan. Musik ialah satu kejadian yang begitu unik yang dapat dibuat oleh beberapa alat musik.
Musik ialah hasil karya seni bunyi berbentuk lagu atau formasi musik yang mengutarakan pikiran serta perasaan penciptanya, lewat unsur-unsur musik yakni irama, melodi, serasi, bentuk atau susunan lagu serta ekspresi.

B.Perubahan Musik Dunia

Musik telah ada semenjak jaman purbakala serta dipakai menjadi alat untuk menemani upacara-upacara keagamaan. Pergantian Sejarah musik paling besar berlangsung pada era pertengahan,dikarenakan terjadinya pergantian kondisi dunia yang semakin bertambah. Musik bukan sekedar dipakai untuk kepentingan keagamaan, tapi dipakai ikut untuk masalah duniawi.

Perubahan musik dunia terdiri dari beberapa jaman :

1.Jaman Era Pertengahan

Jaman Era Pertengahan Sejarah kebudayaan ialah Jaman pada berakhirnya kerajaan Romawi (476 M) s/d Jaman Reformasi agama Kristen oleh Marthen Luther (1572M). perubahan Musik pada Jaman ini dikarenakan oleh terjadinya pergantian kondisi dunia yang makin bertambah, yang mengakibatkan penemuan-penemuan baru dalam semua bagian, termasuk juga dalam kebudayaan. Pergantian dalam Sejarah musik ialah jika musik tak akan dititikberatkan pada kebutuhan keagamaan tapi dipakai ikut untuk masalah duniawi (menjadi fasilitas hiburan).

Perubahan setelah itu terdapatnya perbaikan tulisan musik serta dasar-dasar teori musik yang di kembangkan oleh Guido d’ Arezzo (1050 M).
Musik dengan memakai beberapa nada Musisi Indonesia Yang Populer membuat musik berkembang di Eropa Barat. Musik Greogrian disempurnakan oleh Paus Gregorius.

Pelopor Musik pada Jaman Pertengahan ialah :

  • Gullanme Dufay dari Prancis.
  • Adam de la halle dari Jerman.

2. Jaman Renaisance (1500 – 1600)

Jaman Renaisance ialah jaman sesudah era Pertengahan, Renaisance berarti Kelahiran Kembali tingkat Kebudayaan tinggi yang sudah hilang pada Jaman Romawi. Musik dipelajari dengan beberapa ciri spesial, contoh nyanyian percintaan, nyanyian keperwiraan. Demikian sebaliknya musik Gereja alami kemunduran. Pada jaman ini alat musik Piano serta Organ telah diketahui, hingga munculah musik Instrumental. Di kota Florence berkembang seni Opera. Opera ialah sandiwara dengan iringan musik dibarengi oleh beberapa penyanyinya.

Komponis-komponis pada Jaman Renaisance salah satunya :

  • Giovanni Gabrieli (1557 – 1612) dari Italia.
  • Galilei (1533 – 1591) dari Italia.
  • Claudio Monteverdi (1567 – 1643) dari Venesia.
  • Jean Baptiste Lully (1632 – 1687) dari Prancis.

3. Jaman Barok serta Rokoko

Perkembangan musik pada jaman pertengahan diikuti dengan timbulnya aliran-aliran musik baru, salah satunya ialah saluran Barok serta Rokoko. Ke-2 saluran ini hampir serupa sifatnya, yakni terdapatnya penggunaan Ornamentik (Hiasan Musik). Bedanya ialah jika musik Barok menggunakan Ornamentik yang deserahkan pada Improvisasi spontan oleh pemain, sedang pada musik Rokoko semua hiasan Ornamentik dicatat (telah ditata).

Komponis-komponis pada Jaman Barok serta Rokoko :

  • Johan Sebastian Bach
  • George Fredrick Haendel
  • Jaman Classic (91750 – 1820)

Sejarah musik classic dimukai pada tahun 1750, sesudah berakhirnya musik Barok serta Rokoko.

Beberapa ciri Jaman musik Classic:

a. Pemakaian dinamika dari Keras jadi Lembut, Crassendo serta Decrasscendo.
b. Pergantian tempo dengan accelerando (makin Cepat) serta Ritarteando (makin lembut).
c. Penggunaan Ornamentik dibatasi
d. Pemakaian Accord 3 suara.

Perbedaan Jenis Musik Tradisional dan Musik Moderen

Jenis Musik Tradisional dan Musik Moderen

Info MusikMusik daerah atau Jenis musik tradisional ialah musik yang lahir serta berkembang di daerah- daerah di semua Indonesia. Keunikan pada type musik ini teletak pada isi lagu serta instrumen (alat musiknya). Musik kebiasaan mempunyai karakter ciri khas, yaitu syair serta melodinya memakai bahasa serta style daerah ditempat. Indonesia ialah satu negara yang terbagi dalam beberapa ribu pulau yang terbentang dari Papua sampai Aceh. Dari demikian jumlahnya pulau bersama dengan masyarakatnya itu lahir, tumbuh serta berkembang. Seni kebiasaan yang disebut jati diri, jati diri, alat ekspresi dari penduduk pendukungnya.

Jenis Musik Tradisional

Jenis Musik Tradisional

Hampir di semua lokasi Indonesia memiliki seni musik tradisionil yang ciri khas. Kekhasan itu dapat disaksikan dari tehnik permainannya, penyajiannya ataupun bentuk/organologi instrumen musiknya. Hampir semua seni Alat Musik tradisional Indonesia memiliki semangat kolektivitas yang tinggi hingga bisa dikenali ciri-ciri ciri khas orang/penduduk Indonesia, yakni ramah serta sopan.

Akan tetapi sehubungan dengan perjalanan waktu serta makin ditinggalkanya spirit dari seni kebiasaan itu. Karekter kita makin beralih dari karakter yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan jadi perorangan/egoistis. Demikian jumlahnya seni kebiasaan yang dipunyai bangsa Indonesia, jadi untuk lebih gampang mengenalinya bisa di golongkan jadi kelompok-kelompok yakni alat musik/instrumen perkusi, petik serta gesek.

Jenis Musik Moderen

Jenis Musik Moderen

Moderen terdapatnya sentuhan tehnologi yang dipandang lebih beradab serta semakin maju, sedang tradisionil lebih terikat akan fungsional dalam social penduduk yang memberi dukungan satu kebudayaan itu. Tapi jika kita memperbandingkan dua buah instrumen yang hampir bertepatan memiliki bentuk yang kita kategorikan kedua-duanya dalam dua grup yang bersimpangan, yakni moderen serta tradisionil, contohnya taganing (drum-chime) Batak Toba dengan Bongo. Jika kita bicara permasalahan bahan dengan organologi mungkin ada banyak ketidaksamaan bahan dari yang alami dengan hasil mesin pengolah bahan.

Tapi sisi tehnologi mungkin belumlah demikian jauh berlainan sebab keduanya bisa di tune sebab taganing ikut ialah melodis. Mungkin accordeon serta biola yang biasa dimainkan dalam kesenian Ronggeng Melayu Sumatera Timur dibanding dengan pemain accordeon Prancis, di mana Ronggeng Melayu umumnya dimaksud tradisionil serta terkait di Prancis digolongkan menjadi alat musik moderen, bagaimana kita melihat perihal ini ? Mungkin alat-alat musik elektronik seperti gitar listrik dengan peluang beberapa jenis dampak dibanding dengan kacapi Sunda yang telah kenal dampak serta elektrik,

tetapi masih juga dalam tataran tradisionil mungkin adalah contoh yang lainnya bagaimana kita mengkategorikan alat musik tradisionil dengan moderen. Walau sebenarnya semua melakukan satu proses semasing dalam keyword pergantian barusan. Triangle serta Hesek ialah saling pecussion yang bahan dasarnya ikut mungkin hampir serupa.